Wanita Hamil Alami Keputihan, Normalkah

No comment 43 views

Liputan6.com, Jakarta Kehamilan sebagai proses yang agak riskan bagi wanita karena kesehatan secara fisik serta psikis wajib benar-benar terjaga. Banyak duduk perkara kesehatan yang dapat terjadi selama hamil, termasuk keputihan.

Karen Nordahl, M.D., keliru satu pendiri Vancouver, British Columbia-based Fit to Deliver International serta Fit Pregnancy menjelaskan, beberapa wanita dapat mengalami peningkatan keputihan pada fase kehamilan. Namun, terdapat juga beberapa dari mereka yang sama sekali tidak mengalami keputihan.

Namun, yang krusial diingat serta diperhatikan artinya keputihan yang mendadak atau tidak. "Dan juga wajib ditinjau apakah diikuti bareng infeksi atau tidak," ujar Nordahl.

Mengutip Klikdokter, dr. Dyah Novita Anggraini berkata, cairan vagina yang berlebihan dapat terjadi pada saat kehamilan. Penyebabnya diantaranya karena perubahan kadar hormon estrogen serta terjadinya peningkatan peredaran darah ke wilayah vagina saat kehamilan.

"Keputihan terbagi atas 2 jenis, yakni keputihan normal maupun abnormal. Dalam keadaan normal cairan vagina berwarna jernih serta tidak berbau ataupun gatal. Namun ketika cairan yang keluar dari vagina telah mengalami perubahan warna (sebagai putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, serta disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, serta lain-lain), maka menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal," katanya.

Kendati demikian, Enda perlu mewaspadai penyebab keputihan saat kehamilan, seperti dilansir Fit Pregnancy, Selasa (11/7/2017)

1. Dikutip dari halaman Fit Pregnancy, Selasa (11/7/2017)

Infeksi ragi pada wanita yang hamil dapat ditandai bareng gejala gatal, kemerahan, serta nyeri pada wilayah vagina. Beberapa wanita juga mengalami rasa sakit saat berafiliasi seks serta rasa seperti terbakar saat buang air mini. Namun, hal ini masih normal karena terjadi akibat perubahan hormonal.

2. Bakteri vaginosis (BV)

Infeksi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri ini kadang tidak menunjukkan gejala, tapi ia dapat mengeluarkan cairan berbau amis yang tampak setelah bercinta. Rasa gatal atau sensasi seperti terbakar juga awam terjadi pada kondisi ini.

Sayangnya, kondisi ini tidaklah normal karena infeksi dapat terjadi pada dalam rahim serta menjadikan ketuban pecah dini saat kehamilan. Menurut April Sarvis, M.D., seorang OB-GYN pada Bloomfield Hills, Mich, ini juga dapat menjadikan kelahiran prematur.

Segera temui dokter Enda serta mendapatkan resep untuk membersihkan bakteri tersebut agar janin kondusif serta mengurangi kemungkinan persalinan prematur.

3. Penyakit menular seksual (PMS)

PMS yang terjadi pada tengah kehamilan dapat menimbulkan cairan berwarna kekuningan atau hijau serta sedikit terbau. Ini tidak normal. 

Keputihan seperti ini jikalau terjadi selama kehamilan dapat menjadikan persalinan prematur serta infeksi rahim setelah melahirkan.

Simak juga video menarik ini dia:

Wanita Hamil Alami Keputihan, Normalkah

Image source: http://www.solusisehatku.com/wp-content/uploads/2017/04/masuk-angin-saat-hamil-730×430.png

Related Search

Tags:
author
Author: 

    Leave a reply "Wanita Hamil Alami Keputihan, Normalkah"